makalah

PEMANFAATAN ENERGI MATAHARI

DI ERA MODERNISASI

MAKALAH

Untuk memenuhi tugas matakuliah

Bahasa Indonesia Keilmuan

yang dibina oleh Bapak Didin Widyartono, S.S., S.Pd., M.Pd

Oleh

Ulya Dewi Annur

209321420845

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN FISIKA

Januari 2010


BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Dewasa ini, manusia banyak menggunakan energi tanpa memikirkan atau memperhitungkan dampak yang terjadi. Akibatnya energi di dunia ini mulai berkurang. Sehingga seperti apa yang dirasakan sekarang ini, manusia dipaksa untuk menghemat energi demi kelangsungan hidup anak cucu kita. Pemadaman bergilir adalah salah satu contoh pemaksaan penghematan energi. Meskipun demikian masih banyak orang yang tidak sadar terhadap hal tersebut. Banyak dari mereka yang masih menggunakan energi secara boros, satu contoh kecil adalah tetap menyalanya lampu disiang hari. Tentu saja apabila hal ini tetap dilanjutkan akan merugikan atau berimbas kepada kelangsunga hidup manusia.

Mengingat semakin berkurangnya energi, sehingga penggunaan energi harus benar-benar diatur, menyebabkan para pemikir mencari jalan keluar untuk memecahkan masalah tersebut. Mereka memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahuan untuk mengganti batasan penggunaan energi dengan alat-alat yang mereka ciptakan. Agar mereka tetap dapat melakukan aktifitas dengan leluasa tanpa memikirkan penghematan energi. Tentunya hal ini sangat berguna bagi kelangsungan hidup.

Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis membuat makalah dengan judul “Pemanfaatan Energi Matahari di Era Modernisasi”. Diharakan makalah ini dapat member manfaat bagi pembaca sehingga pembaca terinspirasi untuk mencari jalan keluar terhadap masalah pembatasan penggunaan energi dengan menciptakan alat-alat baru yang sangat berguna dan tidak merugikan lingkungan tentunya dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di alam sehingga kelangsungan hidup tidak terganggu.

B. Rumusan Masalah

Makalah ini disusun berdasarkan rumusan masalah sebagai berikut.

  1. Apa yang dimaksud dengan energi matahari?
  2. Apa kelebihan energi matahari jika dibandingkan dengan energi yang lain?
  3. Apa kegunaan energi matahari seiring dengan kemajuan zaman?
  4. Alat modernisasi apa saja yang bersumber pada energi matahari yang dapat membantu memenuhi kebutuhan manusia?

C. Tujuan Penulisan Makalah

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.

  1. Menjelaskan pengertian dari energi matahari.
  2. Menjelaskan kelebihan energi matahari dibandingkan dengan energi yang lain.
  3. Agar dapat mengetahui kegunaan energi matahari dan dapat memanfaatkan alat-alat  teknologi untuk membantu memenuhi kebutuhan.
  4. Dapat menginspirasi pembaca untuk mencari jalan keluar dari permasalahan keterbatasan penggunaan energi seperti sekarang ini.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Energi Matahari

Energi matahari adalah energi yang paling utama bagi kehidupan di bumi ini. Hal ini sesuai pernyatan priyambodo(2007) yang menyatakan bahwa.

Energi yang dihasilkan dari sinar matahari sangat besar, sekitar 3 x  1.024 joule/tahun. Energi tersebut setara dengan 2 x 1017 watt. Hanya dengan 0,1 % sinar matahari dari keseluruhan sinar matahari yang menyinari seluruh permukaan bumi dapat mencukupi kebutuhn energi di seluruh dunia.

Berbagai jenis energi, baik yang baru maupun tidak baru merupakan bentuk turunan dari energi matahari baik secara langsung maupun tidak langsung. Energi yang merupakan turunan dari energi matahari misalnya.

  • Energi angin yang timbul akibat adanya perbedan suhu dan tekanan satu tempat dengan tempat lain sebagai efek energi panas matahari.
  • Energi air karena adanya siklus hidrologi akibat dari energi panas matahari yang mengenai bumi.
  • Energi biomassa karena adanya fotosintesis dari tumbuhan yang notabennya menggunakan energi matahari.
  • Energi gelombang laut yang muncul akibat energi angin.
  • Energi fosil yang merupakan bentuk lain dari energi biomassa yang telah mengalami proses selama berjuta-juta tahun.

Selain itu, energi panas matahari juga berperan penting dalam menjaga kehidupan di bumi ini. Tanpa adanya energi panas dari matahari maka seluruh kehidupan di muka bumi ini pasti akan musnah karena permukaan bumi akan sangat dingin dan tidak ada makluk yang sanggup hidup di bumi.

B. Kelebihan Energi Matahari jika Dibandingkan dengan Energi yang Lain

Seperti penjelasan diatas energi matahari adalah energi yang paling utama yang ada di bumi ini. Untuk itu, tentu saja energi ini mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh energi yang lain yang ada di bumi ini. Seperti namanya, energi matahari bersumber pada matahari, sedangkan matahari adalah sumber energi yang tanpa batas, murah, ramah lingkungan dan bebas pencemaran, jumlahnya pun tidak terbatas, tidak memerlukan jaringan transmisi sehingga dapat dimanfaatkan secara mandiri dimana saja selama masih bisa terjangkau sinar matahari. Priyambodo(2007) menyatakan bahwa “jumlah energi yang dipancarkan matahari setara dengan 10.000 kali konsumsi energi di seluruh dunia saat ini. Penggunaan energi matahari tidak mengganggu kondisi atmosfir dan juga tidak menghasilkan polutan yang berbahaya bagi makhluk hidup”. Berikut adalah penjelasan yang lebih terperinci menganai kelebihan energi matahari.

  • Energi panas matahari merupakan energi yang tersedia hampir diseluruh bagian permukaan bumi dan tidak habis (renewable energy).
  • Penggunaan energi panas matahari tidak menghasilkan polutan dan emisi yang berbahaya baik bagi manusia maupun lingkungan.
  • Penggunaan energi panas matahari untuk pemanas air, pengeringan hasil panen akan dapat mengurangi kebutuhan akan energi fosil.
  • Pembanguan pemanas air tenaga matahari cukup sederhana dan memiliki nilai ekonomis.

C. Kegunaan Energy Matahari Seiring dengan Kemajuan Zaman

Energi panas matahari merupakan salah satu energi yang potensial untuk dikelola dan dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber cadangan energi terutama bagi negara-negara yang terletak di khatulistiwa termasuk Indonesia, dimana matahari bersinar sepanjang tahun. Negara(2008) menyatakan “energi matahari yang tersedia adalah sebesar 81.000 TerraWatt sedangkan yang dimanfaatkan masih sangat sedikit”.

Ada beberapa cara pemanfaatan energi panas matahari seiring dengan kemajuan zaman yaitu:

  1. pemanasan ruangan,
  2. penerangan ruangan,
  3. kompor matahari,
  4. pengeringan hasi pertanian,
  5. distilasi air kotor,
  6. pemanasan air, dan
  7. Pembangkitan listrik.

Berikut akan dijelaskan secara terperinci mengenai cara pemanfaatan energi matahari seperti yang dijelaskan diatas.

Pemanasan Ruangan

Ada beberapa teknik penggunan energi panas matahari untuk pemanasan ruangan, yaitu:

  • Jendela

Ini merupakan teknik pemanasan dengan menggunakan energi panas matahari yang paling sederhana. Hanya diperlukan sebuah lubang pada dinding untuk meneruskan panas matahari dari luar masuk ke dalam bangunan. Ada jendela yang langsung tanpa ada kacanya dan ada yang menggunakan kaca. Untuk mendapatkan panas yang optimal maka pada jendela dipasang kaca ganda. Biasanya di daerah-daerah empat musim dinding/tembok bangunan diganti dengan kaca agar matahari bebas menyinari dan menghangatkan ruangan pada saat musim dingin.

  • Dinding Trombe(Trombe Wall)

Dinding trombe adalah dinding yang diluarnya terdapat ruangan sempit berisi udara. Dinding bagian luar dari ruangan sempit tersebut biasanya berupa kaca. Dinding ini dinamai berdasarkan nama penemunya yaitu Felix Trombe, orang berkebangsaan Perancis.Prinsip kerjanya adalah permukaan luar ruangan ini akan dipanasi oleh sinar matahari, kemudian panas tersebut perlahan-lahan dipindahkan kedalam ruangan sempit. Selanjutnya panas di dalam ruangan sempit tersebut akan dikonveksikan ke dalam bangunan melalui saluran udara pada dinding trombe.

  • Greenhouse

Teknik ini hampir sama dengan dinding trombe hanya saja jarak antara dinding masif dengan kaca lebih lebar, sehingga tanaman bisa hidup di dalamnya.

Prinsip kerja greenhouse juga serupa dengan dinding trombe. Panas masuk melalui kaca ke dalam greenhouse lalu dikonveksikan ke dalam bangunan untuk menghangatkan ruangan atau menjaga suhu rungan tetap stabil meskipun pada waktu siang atau malam hari.

Penerangan Ruangan

Adalah teknik pemanfaatan energi matahari yang banyak dipakai saat ini. Dengan teknik ini pada siang hari lampu pada bangunan tidak perlu dinyalakan sehingga menghemat penggunaan listrik untuk penerangan. Teknik ini dilaksanakan dengan mendesain bangunan yang memungkinkan cahaya matahari bisa masuk dan menerangi ruangan dalam bangunan.

Kompor Matahari

Prinsip kerja dari kompor matahari adalah dengan memfokuskan panas yang diterima dari matahari pada suatu titik menggunakan sebuah cermin cekung besar sehingga didapatkan panas yang besar yang dapat digunakan untuk menggantikan panas dari kompor minyak atau kayu bakar. Negara(2008) menerangkan bahwa “untuk diameter cermin sebesar1,3 meter kompor ini memberikan daya thermal sebesar 800 watt pada panci. Dengan menggunakan kompor ini maka kebutuhan akan energi fosil dan energi listrik untuk memasak dapat dikurangi”.

Pengeringan Hasil Pertanian

Hal ini biasanya dilakukan petani di desa-desa daerah tropis dengan menjemur hasil panennya dibawah terik sinar matahari. Cara ini sangat menguntungkan bagi para petani karena mereka tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mengeringkan hasil panennya. Berbeda dengan petani di negara-negara empat musim yang harus mengeluarkan biaya untuk mengeringkan hasil panennya dengan menggunakan oven yang menggunakan bahan bakar fosil maupun menggunakan listrik.

Distilasi Air

Thomas Ari Negara(2008) menjelaskan cara kerja distalasi air adalah sebagai berikut.

Cara kerjanya adalah sebuah kolam yang dangkal, dengan kedalaman 25mm hingga 50 mm, ditututup oleh kaca. Air yang dipanaskan oleh radiasi matahari, sebagian menguap, sebagian uap itu mengembun pada bagian bawah dari permukaan kaca yang lebih dingin. Kaca tersebut dimiringkan sedikit 10 derajat untuk memungkinkan embunan mengalir karena gaya berat menuju ke saluran penampungan yang selanjutnya dialirkan ke tangki penyimpanan.

Pemanasan Air

Penyediaan air panas sangat diperlukan oleh masyarakat, baik untuk mandi maupun untuk alat antiseptik pada rumah sakit dan klinik kesehatan. Penyediaan air panas ini memerlukan biaya yang besar karena harus tersedia sewaktu-waktu dan biasanya untuk memanaskan digunakan energi fosil ataupun energi listrik. Namun Dengan menggunakan pemanas air tenaga surya maka hal ini bukan merupakan masalah karena pemanasan air dilakukan dengan menyerap panas matahari dengan menggunakan kolektor sehingga tidak memerlukan biaya bahan bakar.

Prinsip kerjanya adalah panas dari matahari diterima oleh kolektor yang terdapat di dalam terdapat pipa-pipa berisi air. Panas yang diterima kolektor akan diserap oleh air yang berada di dalam pipa sehingga suhu air meningkat. Air dingin dialirkan dari bawah sedangkan air panasnya dialirkan lewat atas karena massa jenis air panas lebih kecil daripada massa jenis air dingin (prinsip thermosipon). Air ini lalu masuk ke dalam penyimpan panas. Pada penyimpan panas, panas dari air ini dipindahkan ke pipa berisi air yang lain yang merupakan persediaan air untuk mandi/antiseptik. Sedangkan air yang berasal dari kolektor akan diputar kembali ke kolektor dengan menggunakan pompa atau hanya menggunakan prinsip thermosipon. Persediaan air panas akan disimpan di dalam tangki penyimpanan yang terbuat dari bahan isolator thermal. Pada sistem ini terdapat pengontrol suhu jika suhu air panas yang dihasilkan kurang dari yang diinginkan maka air akan dimasukkan kembali ke tangki penyimpan panas untuk dipanaskan kembali.

Kolektor yang digunakan pada pemanas air tenaga panas matahari ini adalah kolektor surya plat datar yang bagian atasnya terbuat dari kaca yang berwarna hitam redup sedangkan bagian bawahnya terbuat dari bahan isolator yang baik sehingga panas yang terserap kolektor tidak terlepas ke lingkungan. Air panas di dalam kolektor bisa mencapai 82 C sedangkan air panas yang dihasilkan tergantung keinginan karena sistem dilengkapi pengontrol suhu.Salah satu contoh pemanas air ini adalah SWH (Solar Water heater).

Pembangkitan Listrik

Prinsipnya hampir sama dengan pemanasan air hanya pada pembangkitan listrik, sinar matahari diperkuat oleh kolektor pada suatu titik fokus untuk menghasilkan panas yang sangat tinggi bahkan bisa mencapai suhu 3800 C. Pipa yang berisi air dilewatkan tepat pada titik fokus sehingga panas tersebut diserap oleh air di dalam pipa. Panas yang sangat besar ini dibutuhkan untuk mengubah fase cair air di dalam pipa menjadi uap yang bertekanan tinggi. Uap bertekanan tinggi yang di hasilkan ini kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin uap yang kemudian akan memutar turbo generator untuk menghasilkan listrik.

Ada dua jenis kolektor yang biasa digunakan untuk pembangkitan listrik yaitu kolektor parabolik memanjang dan kolektor parabolik cakram.

Kolektor Parabolik Cakram

Ivan A Hadar(2005) menyatakan bahwa di California, Amerika Serikat, alat ini mampu menghasilkan 354 MW listrik.Harga satuan energi matahari ini di AS, akan lebih murah sekitar Rp 100/KWh dibandingkan energi nuklir dan sama dengan energi dari tenaga pembangkit dengan bahan baku energi fosil. Apabila  diproduksi kolektor ini secara missal.“Di India dengan area seluas 219.000 meter persegi maka kolektor mampu menghasilkan listrik sebesar 35-40 MW dengan rata-rata intensitas penyinaranya adalah sebesar 5.8 KWH per meter persegi per hari”.(Gordon Feller). Negara(2008) menyatakan sebagai berikut.

Kita dapat juga membangkitkan listrik langsung dari energi surya, yaitu dengan menggunakan photovoltaic. Alat ini terbuat dari bahan semikonduktor yang sangat peka dalam melepaskan elektron ketika terkena panjang gelombang sinar matahari tertentu. Akan tetapi alat ini masih sangat mahal dan efisiensinya masih sangat rendah, yaitu sekitar 10%.

Pembangkitan listrik berdasarkan perbedaan tekanan pada gas juga bisa dilakukan, yaitu dengan menggunakan chimney. Ini sebuah sistem tower yang terdiri turbin gas dan jalinan kaca tertutup yang luas untuk memerangkap panas matahari.

Prinsipnya adalah sinar matahari akan menembus kaca dari alat ini kemudian memanaskan gas yang terperangkap di bawah kaca. Gas suhu tinggi ini akan memasuki tower tertutup yang tingginya bisa mencapai 1000 meter vertikal. Oleh karena perbedaan suhu gas pada permukaan bumi dan 1000 meter diatas permukaan bumi, maka gas akan mengalir ke atas melalui tower ini. Aliran gas atau udara tersebut akan memutar turbin gas. Skema sederhana dapat dilihat pada gambar di bawah.

D.Alat Modern yang Menggunakan Sumber Energi Matahari

Setelah mengetahui kegunaan dari energi matahari, seperti yang dijeklaskan diatas, maka berikut akan dijelaskan beberapa contoh alat-alat modern untuk memenuhi kebutuhan yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumbernya.

1. SWH(Solar Water heater)

Sistem pemanas air tenaga matahari (Solar Water heater, SWH) telah
dikenal masyarakat sejak akhir tahun 1970 an. sistem ini merupakan
salah satu pilihan alternatif dari konsumen yang dapat menggantikan
fungsi sistem-sistem pemanas air dengan bahan bakar LPG (Liquified
petroleum Gas
). Pemangfaatan teknologi SWH di Indonesia dinilai
mempunyai potensi yang besar mengingat tingkat digunakan untuk
mengoperasikan sistem ini secara optimal. Pertumbuhan ekonomi yang
tinggi dan meningkatnya tuntutan terhadap kenyamanan hidup merupakan
peluang bagi pemasyarakatan SWH di indonesia. Faktor penghematan bahan
bakar gas dan pengaruhnya terhadap lingkungan juga akan memberi dampak
positif terhadap upaya pemasyarakatan sistem ini. Di sisilain kendala
ekonomi yaitu tingginya investasi mula menyebabkan sistem ini
merupakan pilihan ke dua sebagai suatu perangkat pemanas air di sektor
rumah tangga, dan sektor komersial dan jasa. Strategi pemasyarakatan
teknologi SWH perlu dikaji manfaatnya dilihat dari sisi tekno-ekonomi,
faktor lingkungan dan sosio-kultural masyarakat perkotaan. Alat seperti ini biasanya dipakai di rumah-rumah,hotel,salon,dan rumah sakit. Berikut adalah beberapa kelebihan dari solar water heater.

a. Keuntungan Ekonomis
• Indonesia beriklim tropis dan matahari bersinar sepanjang tahun
• Panas matahari adalah energi gratis yang mampu menggantikan konsumsi           energi listrik ataupun gas pada pemanas air.
• Sistem pemanas air sentral atau terpusat pasti akan lebih efektif dan efisien
• Umur ekonomis SWH diatas 12 tahun
• Bandingkan dengan penggunaan pemanas air elektrik ataupun gas maka nilai       biaya  energi akan mampu menggantikan nilai investasi SWH (BEP berkisar 3 – 4 tahun).
• Penampilan rumah menjadi prestisius

b. Keuntungan Kesehatan
• Mandi dengan air hangat menciptakan kenyamanan
• Mencuci dengan air hangat diyakini meningkatkan tingkat higienitas dan  menghilangkan noda dan lemak
• Mandi dengan air hangat dapat membuat tubuh lebih sehat dan segar.
• Fungsi relaksasi pada berendam diair hangat
• Ramah Lingkungan
• Miningkatkan keharmonisan rumah tangga

c. Lebih Praktis dan Efisien
Satu tangki dapat menyuplai air panas ke beberapa tempat.
Keuntungan lainnya adalah                            
• keamanan lebih terjamin,
• gratis biaya energi,
• perawatan lebih mudah, dan
• tanpa setting awal.

Contoh dari SWH

2. Panel Matahari

Panel matahari itu berfungsi sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan. Barang-barang elektronik bisa memakai panel matahari ini dan mampu menghemat energi. Marshella(2008) menyatakan bahwa di atas atap-atap rumah di Jepang terdapat kotak hitam gelap, kotak itu adalah panel matahari.Panel matahari ini dibagi cuma-cuma oleh pemerintah setempat kepada masyarakat. Sebenarnya harga panel matahari ini mencapai Rp 500.000.000,00. Sehingga masyarakat sangat senang sekali panel matahari dbagi cuma-cuma oleh pemerintah. Pemerintah juga ingin membuktikan bahwa panel matahari bisa dipasang di rumah-rumah pribadi. Panel ini bisa menhasilkan 4kW dan itu mampu memakai 4 mesin pengering sekaligus. Pemerintah juga sedang memikirkan bagaimana cara untuk mengurangi biaya dari panel matahari ini. Pemerintah ingin menekan harga panel matahari supaya masyarakat bisa membelinya dengan harga yang murah.

3. Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Beberapa tahun belakangan ini Perusahaan Listrik Negara (PLN) kita gencar mensosialisasikan program hemat listrik dari pukul 17.00 hingga 22.00. Alasan PLN melakukan ini adalah untuk efisiensi energi terutama dalam menghadapi beban puncak pada jam tersebut. Oleh karena itu masalah peningkatan konsumsi energi nasional ini harus segera dipecahkan. Perlu kita pahami, kebutuhan energi global dalam 30 tahun ke depan akan meningkat dua kali lipat per tahunnya. Pada 40 tahun mendatang, kebutuhan meningkat lagi menjadi tiga kali lipat atau setara dengan energi 20 miliar ton minyak bumi. Memang selama ini menurut Energy Information Administration (EIA) memperkirakan pemakaian energi hingga tahun 2025 masih didominasi bahan bakar fosil, yakni minyak bumi, gas alam, dan batubara. Permasalahannya yaitu menurut data Departemen ESDM juga menyebutkan, cadangan minyak bumi di Indonesia hanya cukup untuk 18 tahun kedepan, sedangkan gas bumi masih bisa mencukupi hingga 61 tahun lagi. Kemudian cadangan batubara diperkirakan habis dalam waktu 147 tahun lagi.
Energi alternatif
Priyambodo(2007) menyatakan bahwa salah satu langkah konkrit PLN yang akan diwujudkan hingga tahun 2009 adalah dengan membangun proyek PLTU 10.000 MW. Mungkin beberapa alasan memilih solusi ini karena selama ini kebutuhan listrik Negara 30 % disumbang oleh PLTU Suralaya yang berbahan baku batubara dan seperti yang dikemukakan diatas bahwa cadangan batubara nasional cukup tinggi.

Sebagai salah satu solusi masalah energi diatas yaitu energi matahari atau tenaga surya. Energi matahari yang dipancarkan ke planet bumi adalah 15.000 kali lebih besar dibandingkan dengan penggunaan energi global dan 100 kali lebih besar dibandingkan dengan cadangan batubara, gas, dan minyak bumi. Permasalahan energi matahari ini mungkin sedikit banyak mirip dengan energi nuklir. Sebenarnya secara teknologi bangsa Indonesia sudah mampu mengelolanya. Bahkan teknologi mutakhir telah mampu mengubah 10-20 % pancaran sinar matahari menjadi tenaga surya. Secara teoritis untuk mencukupi kebutuhan energi global, penempatan peralatan tersebut hanya memerlukan kurang dari satu persen permukaan bumi, ini adalah  suatu hal yang efisien.
Pertimbangan Ekonomi
Mungkin kita pernah kaget karena harga minyak bumi yang terus melambung sempat menembus angkan US$ 76 per barel sehingga menyebabkan pembengkakan anggaran dan menekan nilai tukar rupiah. Oleh karena itu pemanfaatan energi matahari merupakan solusi yang ekonomis. Jika ada pendapat bahwa pemanfaatan energi matahari memerlukan biaya tinggi, itu merupakan pendapat yang perlu dipertanyakan. Perlu diakui bahwa untuk investasi awal cukup mahal. Namun dalam biaya operasionalnya terbilang murah daripada pemanfaatan energi gas bumi maupun batubara. Justru kita mendapatkan bahan bakunya secara gratis.Priyambodo(2007) menyatakan “negara kita setiap tahunnya menadapat energi matahari sebesar 2.500 kW per jam-nya (sumber lainnya mengatakan bumi secara tak henti disinari energi sebesar 17 triliun kW). Jelas ini merupakan potensi”.

Mengutip tulisan dari Ivan A. Hadar dari Infid, energi matahari dapat dimanfaatkan secara solar thermal dan photogalvanic. Pada prinsipnya solar thermal yaitu sinar matahari diperkuat cermin yang mengalihkan ke alat penyerap berisi cairan. Cairan ini kemudian memanas dan menghasilkan uap yang membangkitkan generator turbo pembangkit tenaga listrik. Di California, AS, alat ini telah mampu menghasilkan listrik sebesar 354 MW. Dengan memproduksinya secara massal, harga satuan energi matahari ini di AS, hanya sekitar Rp 100.000,00 per kW per jam-nya. Hal ini tentu lebih murah ketimbang energi nuklir dan sama dengan energi dari pembangkit listrik berbahan baku fosil.
Sedangkan pembangkit listrik photogalvanic, pengunaannya menggunakan sel-sel photogalvanic. Sebagai akibat sengatan sinar matahari, sel-sel tersebut melepaskan elektron yang dipaksa berputar dengan dampak terjadinya aliran listrik. Sel-sel tersebut dikemas dan dijual dalam bentuk modul dan dapat digunakan pada teknologi tegangan tinggi. Memang untuk saat ini modulnya terbilang cukup mahal. Namun perkembangan kedepannya diperkirakan harga akan menurun. Sebab salah satu pasarnya adalah mobil tenaga listrik yang diramalkan akan menjadi mobil masa depan.

Prinsip kerja dari pembangkit listrik tenaga surya adalah sebagai berikut

Sinar matahari ditangkap oleh sel-sel berlapis semikonduktor kemudian diubah menjadi listrik. Agar dapat digunakan pada malam hari biasanya listrik yang telah dihasilkan disimpan dalam baterai. Energi yang dikeluarkan sinar matahri sebenarnya hanya diterima oleh permukaan bumi sebesar 69 % dari total energi sinar matahari

BAB III

PENUTUP

A.Kesimpulan

Energi matahari adalah energi yang paling utama bagi kehidupan di bumi ini. Selain itu energi panas matahari juga berperan penting dalam menjaga kehidupan di bumi ini. Tanpa adanya energi panas dari matahari maka seluruh kehidupan di muka bumi ini pasti akan musnah karena permukaan bumi akan sangat dingin dan tidak ada makluk yang sanggup hidup di bumi. Energi matahari merupakan sumber energi yang tanpa batas, murah, ramah lingkungan dan bebas pencemaran, jumlahnya pun tidak terbatas, tidak memerlukan jaringan transmisi sehingga dapat dimanfaatkan secara mandiri dimana saja selama masih bisa terjangkau sinar matahari. Melihat kelebihan-kelebihan yang dimiliki energy matahari maka energi matahari sangat cocok untuk dijadikan energi alternatif sebagai pengganti energi-energi yang penggunaannya dibatasi.

Berdasarkan hal tersebut maka manusia memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahuan untuk menciptakan alat pemenuh kebutuhan dengan energi matahari sebagai sumber. Tentunya hal ini dengan memperhatikan kelebihan yang dimiliki energy matahari. Alat-alat itu misalnya Solar Water Heater (SWH), panel surya,dan pembangkit listrik tenaga  surya.

B.Saran

Berdasarkan penjelasan diatas,disarankan kepada pembaca untuk dapat memanfaatkan energI dengan baik dan dapat memanfaat energi matahari untuk memenuhi kebutuhan hidup tentunya dengan alat-alat yang sudah ada ataupun dengan menciptakanalat baru yang murah, efisien dan tidak merugikan kehidupan.

Daftar Rujukan

ITB. 2008. Peluang dan Kendala Pemasyarakatan Teknologi Solar Water Heater di Indonesia, (Online), ( http://isisnetwork.lib.itb.ac.id, diakses  15 November 2009).

Marshella. 2008. Panel  Matahari, (Online), (http://marshella1503.wordpress.com, diakses  15 November 2009).

Negara, Thomas Ari. 2008. Berbagai Aplikasi Energi Matahari, (Online), (http://thesunpower-akira.blogspot.com,diakses 15 November 2009).

Nugroho, Joko. 2009. Pemanas Air Wika SWH, (Online), (http://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?client=ca-pu, diakses  15 November 2009).

Priyambodo, Teguh. 2007. Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Memecah Kebutuhan Kebutuhan Energi Nasional dan Dampak Pencemaran Lingkungan, (Online), (http://ikankoi.wordpress.com/2009/07/05/manfaat-energi-matahari,diakses  15 November 2009).

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: